“Dan hendaklah takut (kepada Allah SWT ) orang-orang yang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.

Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar
(QS. An-Nisa’ : 9)

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang

(HR. Tirmidzi)

AJF

AJF
"DALAM KEBERSAMAAN KITA ADA KEMUDAHAN. . . DALAM KEMUDAHAN ADA KEBERHASILAN & DALAM KEBERHASILAN AKAN LAHIR KEBAHAGIAN" " M A R I JALIN UKHUWAH. . . INDAHKAN DUNIA DENGAN KEBAIKAN. . . " SATUKAN TEKAD RAIHLAH IMPIAN KITA. . . S E L A M A - L A M A N Y A "
Tampilkan postingan dengan label PERNIKAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERNIKAHAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 September 2021

Pertanyaan PENTING & MENDASAR Buat Calon Menantu Laki-laki

 DAFTAR PERTANYAAN BASIC UNTUK CALON MANTU LAKI-LAKI

(oleh : Ust. Cahyadi Takariawan)

---

Berikut beberapa daftar pertanyaan basic yang selayaknya ditanyakan oleh ayah/wali kepada calon menantu lelakinya.

  • Apakah kamu bersedia membimbing anak perempuanku menjadi istri salihah?

Nabi saw bersabda, "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya" (HR. Abu Dawud no. 1417).

Apakah kamu siap memimpin keluargamu untuk menaati Allah dan RasulNya dengan penuh cinta dan kasih sayang?

Allah berfirman, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka" (QS. An-Nisa ; 34).

  • Apakah kamu siap menjadi contoh teladan kebaikan untuk istri dan anak-anakmu?

Nabi saw bersabda, "Barangsiapa melakukan suatu kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. 

Barangsiapa melakukan suatu kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun" (HR. Muslim, no. 1017).

  • Apakah kamu siap memenuhi arahan Nabi untuk menjadi lelaki yang paling baik?

Nabi saw bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku" (HR At-Tirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977

  • Apakah kamu siap berproses memperbaiki diri menjadi semakin salih dari waktu ke waktu?

"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk" (QS. Al-Ma'idah : 105).

  • Apakah kamu siap menafkahi anak perempuanku lahir dan batin?

"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma'ruf" (QS. Al Baqarah: 233).

  • Apakah kamu siap melaksanakan mu'asyarah bil ma'ruf terhadap anak perempuanku dalam kehidupan sehari-hari nanti?

"Dan bergaullah dengan mereka secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (An Nisa': 19).

  • Apakah kamu siap mengasuh dan mendidik anak-anakmu kelak menjadi salih dan salihah?

"Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur sepuluh tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka." (HR. Abu Daud no. 495).

  • Apakah kamu siap menghadirkan sakinah mawadah wa rahmah dalam kehidupan keluargamu?

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (QS. Ar Rum : 21).

  • Apakah kamu siap membawa keluargamu untuk mendapatkan kebaikan dunia, kebaikan akhirat dan selamat dari api neraka?

"Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka" (QS. Al-Baqarah: 201).

Jawaban yang Menenteramkan

Jawaban-jawaban yang disampaikan calon menantu, akan memberikan gambaran tentang kepribadiannya. Ayah bisa memberikan penilaian atas berbagai jawaban yang disampaikan calon menantu.

Apabila jawaban yang disampaikan tampak mengambang, atau cenderung meragukan, sepertinya harus mendiskusikan ulang dengan anak perempuannya. Sebab semua pertanyaan basic tersebut, menyangkut aspek kepribadian yang fundamental.

Apabila jawaban yang disampaikan sangat meyakinkan, maka akan memberikan keyakinan akan kebaikan calon menantu lelaki. Jawaban yang yakin dan benar, akan menenteramkan ayah dalam melepas anak perempuannya mengikuti sang suami nantinya.

 

Kamis, 15 Agustus 2019

Rumus Agar KAYA & MULIA

_Semangat Sahabat Kebaikan_
*RUMUS KAYA & MULIA*
🌤
5B : *Belajar, Berhemat, Berinvestasi, Berdagang/Bisnis, Berbagi*

dan 5B tersebut harus mengarah pd 3A : 

*Allah dan Rasul-Nya*
*Anak dan keluarga*
*Amal jariyah*

(Ippho Santosa)

Minggu, 08 Oktober 2017

Memilih "si dia" yang BAIK



”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” (An-Nur ayat 26)

Berangkat dari pemahaman di atas, tentu saja kita bertanya-tanya apakah yang dimaksud baik di sini? Atau keji?
Apakah kita dapat menentukan sesuatu itu baik atau tidak baik?

Minggu, 24 September 2017

Lagi., VIRUS "PACARAN" ABG



 Semua harapan miliknya pemuda..
 harapan Agama.. pemuda
harapan Bangsa.. pemuda
harapan Negara.. pemuda
harapan masyarakat.. pemuda
harapan pemudi.. hemm pemuda juga.. hehhe

Sobat muda-mudi, masa puber emang sangat menggebu-gebu.. ada manis, asam, asin, pedas, pahit, rame rasanya.. :) 
mari ikuti tulisan sederhana ini agar terbuka wawasan kamu tentang 

P-A-C-A-R-A-N 
Mau tahu "Aneka VIRUS Pacaran" ?! ini dia :..

Rabu, 17 Agustus 2016

8 M

Sahabat, ada setidaknya 8 M "Cara Mendidik Anak & Istri" :

1.Mau terus belajar
2.Mengamalkan ilmu, bukan sekedar teori aja
3.Menjadi teladan, bukan sekedar suka memerintah & melarang
4.Menjalin komunikasi dua arah
5.Memilihkan lingkungan yg baik
6.Menjadikan rumah sebagai tempat yg aman & dirindukan
7.Menafkahi dg harta halal & baik
8.Memperbanyak do'a kebaikan



#‎KeluargakuSurgaku‬

Minggu, 28 September 2014

Manfaat Berkerudung & Menutup Aurat


"Masalahnya bukan nggak punya uang untuk beli pakaian, 
Masalahnya bukan nggak tahu ilmunya..
and seambrek alasan lainnya...
trus kenapa masih belum menutup aurat lengkap??!
apa perlu menunggu mati dulu, baru mau diselimuli dan dikerudungi kain kafan?
na'udzubillah.. "

Sahabat khusus Muslimah, selamat bagi anda yang setia terhadap jilbabnya, terhadap pakain yang menutup aurat..
Kalian sangat beruntung.. sangat beruntung.. surga sudah di depan mata.. tinggal diikuti amal shalih and terus menerus.. sesuai tuntunan Islam.. 

Nih da tadzkirah, manfaat MENUTUP AURAT :
 
Selamat dari Adzab Allah SWT ( adzab neraka )

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim].

Terhindar dari pelecehan
Kebanyakan pelecehan seksual itu  terjadi  terhadap wanita karena perempuan itu sendiri merupakan godaan. Seperti yang telah di sabdakan Rosulullah SAW “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)
Wanita yang menampakan auratnya dan berhias terlalu berlebihan, sehingga mengundang godaan lelaki

Akan seperti bidadari surga
“ Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)
Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58)
Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)
Wanita yang berjilbab akan memiliki sifat seperti bidadari surga yaitu, selalu menundukuan pandangannya dan tidak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya dan selalu menjaga kehaormatannya.

Mencegah penyakit kanker kulit
Kanker kulit disebakan oleh radiasi sinar UV, penyakit ini merupakan penyakit yang sangat ganas dan mematikan. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang di sebabkan oleh penyinaran, zat zat kimia dan sebagainya. Kanker dapat menimpa pada wanita atau laki – laki. Tapi penyakit ini lebih rentan menimpa kepada wanita karena wanita memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan laki – laki. Solusi agar terhindar dari penyakit ini adalah salah satunya dengan menggunakan jilbab. Tentunya jilbab yang dimaksud bukan jilbab yang transparan ketat, karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat dan transparan.

Memperlambat gejala penuaan
Sinar matahari memang bermanfaat bagi manusia. Namun jika terlalu sering tersengat sinar matahari secara langsung terhadap kulit maka sinar matahari dapat merangsang melanosit ( sel – sel melamin ) untuk mengeluarkan melanin , akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.Untuk itu tutuplah kulirt mu dengan jilbabmu.

Sahabat, sudah saatnya menutup aurat menjadi kebiasaan.. apalagi zaman sekarang semakin canggih semakin mudah membeli jilbab, kerudung dan pakaian yang menutup aurat.

Bukan malah sebaliknya, zamannya sudah canggih kok, tapi berpakaian saja nggak lengkap.. itu namanya manusia purba..

Selasa, 19 Agustus 2014

inilah KEMULIAAN WANITA


Duhai wanita.. 
ohh wanita..
Anda mempunyai 12 kemuliaan, yuk simak : :)


WANITA diciptakan oleh Allah SWT dengan mulia. Wanita diciptakan sebagai seorang ibu yang ditakdirkan untuk melahirkan dan mendidik anak manusia hingga akhir zaman. Hal itu merupakan salah satu kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada wanita. Namun ternyata masih banyak kemuliaan lain yang Allah SWT berikan.
Berikut ini simaklah beberapa kemuliaan kaum wanita yang diberikan Allah.
1. Seorang wanita yang saleh lebih baik daripada 70 orang wali atau pria saleh, tetapi seorang wanita yang bobrok akhlaknya lebih buruk daripada seribu pria yang buruk akhlaknya.
2. Seorang istri yang pandai menghibur suaminya yang sedang dalam keadaan gelisah, ia akan mendapatkan pahala separuh dari pahala jihad.
3. Seorang wanita yang sedang hamil, lalu dia menjalankan shalat 2 rakaat maka kebaikan yang diterimanya lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
4. Seorang wanita yang meninggal dunia dalam rentang waktu 40 hari setelah melahirkan anak, maka ia akan mendapat pahala seperti halnya seorang laki-laki gugur syahid.
5. Jika seorang anak menangis pada malam hari dan ibunya tidak memarahinya, bahkan membujuknya, ibu itu akan mendapat pahala ibadah.
6. Jika pada malam hari seorang wanita tidak dapat tidur karena mengurus anaknya yang sakit, Allah akan memberinya ganjaran sepadan dengan usaha memerdekakan 20 orang budak.
7. Seorang wanita yang bangun pada malam hari untuk menyusui anaknya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan ia akan diberi pahala seperti pahala orang yang mengerjakan ibadah selama 12 tahun.
8. Apabila seorang wanita menyapu rumahnya sambil berdzikir, Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti menyapu halaman di sekitar Ka’bah.
9. Seorang istri yang memotivasi suaminya untuk berjuang di jalan Allah, dan ia ikhlas untuk menanggung barangkali penderitaan karena ditinggal suaminya, maka Allah akan memasukkannya ke surga 500 tahun lebih awal sebelum suaminya, dan wanita itu menanti di pintu surga.
10. Seorang wanita yang memerah susu sapi dan diawali dengan kalimat “Bismillahirrahmanirrahim”, maka Allah akan memberikan keberkahan rezeki bagi penduduk rumah tersebut.
11. Seorang istri yang mengerjakan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga amanah suaminya, maka Allah akan memasukkannya ke surga dari pintu mana saja yang ia sukai.
12. Ketika nanti di surga, semua penghuni surga akan menemui Allah dengan frekuensi tergantung dari kuantitas dan kualitas amalnya di dunia. Tapi, bagi seorang wanita yang memelihara dirinya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya, Allah sendiri yang akan menemuinya. Namun jika wanita itu memandang pria yang bukan mahramnya dengan pandangan yang mengundang syahwat, Allah akan mengutuk wanita itu.
Subhanallah!
www.muslimuna.com

Senin, 09 April 2012

"Menikah..Capa Takutt"

...walau sedetik sebelum IJAB QABUL, 
si dia masih HARAM bagimu...

(: WASPADALAAH :)


"suami berkata : ini istriku... sang istripun berkata: ini suamiku..."

Sabtu, 10 Maret 2012

Kejahatan Orang Tua Yang Membudaya

Anak-anak kita adalah PERMATA TERINDAH...ANGERAH TERINDAH...
INVESTASI DI DUNIA SAMPAI AKHIRAT...
namun, dapat juga menjadi bencana... bila salah mendidiknya...


Wahai Orang Tua ingatlah :

Mengingatkan itu bukan mempermalukan...
Menegaskan itu bukan berbuat kasar...
Berkasih sayang itu bukan terlalu memanjakan...
Do'akanlah kebaikan, bukan menghinakannya....

Duhai Orang tua, sudahkan kita mendidik anak-anak kita dengan benar?
karena ternyata, bukan hanya anak yang bisa durhaka kepada orang tua.. tetapi orang tuapun bisa durhaka dan mendholimi anak-anaknya...


Kejahatan pertama: memaki dan menghina anak
Bagaimana orang tua dikatakan menghina anak-anaknya? Yaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya. Lebih jahat lagi jika itu dilakukan di hadapan teman-teman si anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk.

Seorang lelaki penah mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil putra orang tua itu dan menghardiknya atas kedurhakaannya. Tidak lama kemudian anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sang anak memiliki hak atas orang tuanya?”
“Betul,” jawab Umar.
“Apakah hak sang anak?”
“Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar.
“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, ia adalah wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; ia menamakanku Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an,” kata anak itu.
Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.”
Rasulullah saw. sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).
Karena itu Rasulullah saw. kerap mengganti nama seseorang yang bermakna jelek dengan nama baru yang baik. Atau, mengganti julukan-julukan yang buruk kepada seseorang dengan julukan yang baik dan bermakna positif. Misalnya, Harb (perang) menjadi Husain, Huznan (yang sedih) menjadi Sahlun (mudah), Bani Maghwiyah (yang tergelincir) menjadi Bani Rusyd (yang diberi petunjuk). Rasulullah saw. memanggil Aisyah dengan nama kecil Aisy untuk memberi kesan lembut dan sayang.
Jadi, adalah sebuah bentuk kejahatan bila kita memberi dan memanggil anak kita dengan sebutan yang buruk lagi dan bermakna menghinakan dirinya.

Kejahatan kedua: melebihkan seorang anak dari yang lain (pilih kasih)
Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orang tua kepada anaknya. Sikap ini adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orang tuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.
Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku –’Amrah binti Rawahah—kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehinggi menemui Rasulullah.’ Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah saw. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku. Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Hibaat, hadits nomor 3055).

Dan puncak kezaliman kepada anak adalah ketika orang tua tidak bisa memunculkan rasa cinta dan sayangnya kepada anak perempuan yang kurang cantik, kurang pandai, atau cacat salah satu anggota tubuhnya. Padahal, tidak cantik dan cacat bukanlah kemauan si anak. Apalagi tidak pintar pun itu bukanlah dosa dan kejahatan. Justru setiap keterbatasan anak adalah pemacu bagi orang tua untuk lebih mencintainya dan membantunya. Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban)

Kejahatan ketiga: mendoakan keburukan bagi si anak
Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tsalatsatu da’awaatin mustajaabaatun: da’watu al-muzhluumi, da’watu al-musaafiri, da’watu waalidin ‘ala walidihi; Ada tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa (keburukan) orang tua atas anaknya.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1828)
Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Saking bencinya, seorang ibu bisa sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan agar anaknya celaka, melaknat dan memaki anaknya. Sungguh, ibu itu adalah wanita yang paling bodoh. Setiap doanya yang buruk, setiap ucapan laknat yang meluncur dari lidahnya, dan setiap makian yang diucapkannya bisa terkabul lalu menjadi bentuk hukuman bagi dirinya atas semua amal lisannya yang tak terkendali.
Coba simak kisah ini. Seseorang pernah mengadukan putranya kepada Abdullah bin Mubarak. Abdullah bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau pernah berdoa (yang buruk) atasnya.” Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah bin Mubarak berkata, “Engkau telah merusaknya.”
Na’udzubillah! Semoga kita tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang itu. Bayangkan, doa buruk bagi anak adalah bentuk kejahatan yang akan menambah rusak si anak yang sebelumnya sudah durhaka kepada orang tuanya.

Kejahatan keempat: tidak memberi pendidikan dan contoh yang benar kepada anak
Ada syair Arab yang berbunyi, “Anak yatim itu bukanlah anak yang telah ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan hina. Sesungguhnya anak yatim itu adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya.”
Perhatian. Itulah kata kuncinya. Dan bentuk perhatian yang tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak. Dan segala kejahatan pasti berbuah ancaman yang buruk bagi pelakunya.
Perintah untuk mendidik anak adalah bentuk realisasi iman. Perintah ini diberikan secara umum kepada kepala rumah tangga tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dan kelas sosial. Setiap ayah wajib memberikan pendidikan kepada anaknya tentang agamanya dan memberi keterampilan untuk bisa mandiri dalam menjalani hidupnya kelak. Jadi, berilah pendidikan yang bisa mengantarkan si anak hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Perintah ini diberikan Allah swt. dalam bentuk umum. “Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)
Adalah sebuah bentuk kejahatan terhadap anak jika ayah-ibu tenggelam dalam kesibukan, sehingga lupa mengajarkan anaknya cara shalat. Meskipun kesibukan itu adalah mencari rezeki yang digunakan untuk menafkahi anak-anaknya. Jika ayah-ibu berlaku seperti ini, keduanya telah melanggar perintah Allah di surat Thaha ayat 132. “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
Rasulullah saw. bersabda, “Ajarilah anak-anakmu shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila tidak melaksanakan shalat) pada usaia sepuluh tahun.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Shalah, hadits nomor 372).
Ketahuilah, tidak ada pemberian yang baik dari orang tua kepada anaknya, selain memberi pendidikan yang baik. Begitu hadits dari Ayyub bin Musa yang berasal dari ayahnya dan ayahnya mendapat dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Maa nahala waalidun waladan min nahlin afdhala min adabin hasanin, tak ada yang lebih utama yang diberikan orang tua kepada anaknya melebihi adab yang baik.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1875. Tirmidzi berkata, “Ini hadits mursal.”)

Mari berhati-hati mendidik putra putri kita,
(-: semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah :-)

Kamis, 08 Maret 2012

Adab Suami Istri Bersetubuh



Pernikahan merupakan penyempurna agama, sekaligus sunnah Rasulullah SAW. Landasan pernikahan bukanlah hanya semata cinta, tetapi kesungguhan dalam menghadapi bahtera kehidupan secara bersama-sama.
Seseorang yang mengawali dan menodai pernikahan dengan berpacaran atau bahkan perzinaan, dapat menimbulkan dosa besar dan mendapatkan murka Allah SWT.
Dalam pernikahan segala sesuatu yang dilakukan suami istri selama dalam kebaikan dan diridhoi oleh Allah SWT merupakan ibadah, termasuk bersetubuh bagi suami istri.
Diantara adab bersetubuh suami istri adalah berdo'a terlebih dahulu :

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
( Bismillaahi Alloohumma jannibnasy syaithoona wajannibisy syaithoona maa rozaqtanaa )

Artinya :
Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami (HR. Bukhari dan Muslim)

Keterangan :
Doa ini dibaca sebelum bersetubuh. Rasulullah bersabda :

أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَرُزِقَا وَلَدًا ، لَمْ يَضُرُّهُ الشَّيْطَانُ
Sesungguhnya ketika salah seorang dari kalian (sebelum) mendatangi (menyetubuhi) istrinya berdoa "Bismillaahi Alloohumma jannibnasy syaithoona wajannibisy syaithoona maa rozaqtanaa" lalu Allah mengkaruniakan anak, maka ia (anak itu) tidak akan dibahayakan oleh syaitan. (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا
Jika salah seorang dari kalian menginginkan mendatangi (menyetubuhi) istrinya berdoa "Bismillaahi Alloohumma jannibnasy syaithoona wajannibisy syaithoona maa rozaqtanaa" maka jika Allah mentakdirkan memiliki anak melalui persetubuhan itu, maka ia (anak itu) tidak akan dibahayakan oleh syaitan selama-lamanya. (HR. Bukhari dan Muslim)

walhamdulillah...

Minggu, 08 Januari 2012

"NAFSU ITU...."


MENGAPA ENGKAU 'BERZINA' ??


Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. 
Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab dengan berpuasa ia dapat mengendalikanmu." 
(HR.Muttafaq Alaihi)

Awalnya
Pandangan itu, menatap....
hati itu, tersentak....
lalu anggota tubuh itu bergerak....
karena nafsu telah berbicara....

Mereka berkata....
Karena alasan teman....
karena alasan tetap setia....
karena alasa cinta....

Nafsu sesaat itu....
Akhirnya penyesalan terjadi... "astaghfirullahal'adziim"

Kamis, 10 November 2011

anakku sayang. . .



Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki..
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi..
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar rendah diri..
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri..
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai..
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan..
Jika anak dibesarkan dengan kepercayaan dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan..