“Dan hendaklah takut (kepada Allah SWT ) orang-orang yang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.

Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar
(QS. An-Nisa’ : 9)

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang

(HR. Tirmidzi)

AJF

AJF
"DALAM KEBERSAMAAN KITA ADA KEMUDAHAN. . . DALAM KEMUDAHAN ADA KEBERHASILAN & DALAM KEBERHASILAN AKAN LAHIR KEBAHAGIAN" " M A R I JALIN UKHUWAH. . . INDAHKAN DUNIA DENGAN KEBAIKAN. . . " SATUKAN TEKAD RAIHLAH IMPIAN KITA. . . S E L A M A - L A M A N Y A "

Selasa, 27 Desember 2011

Seputar Natal dan Tahun Baru

Bolehkah mengucapkan 'selamat natal' dan atau ikut merayakannya ? ?

Sahabat..., 
sadarilah kita mempunyai prinsip sejati yang telah terbukti kebenarannya....
sadarilah Addiinul Islam adalah agama yang haq.... yang dapat menyelamatkan kita di dunia hingga akhirat...
sadarilah dan tingkatkanlah keimanan dan ketaqwaan kita.... agar tidak goyah dalam kondisi dan situasi apapun.... karena perubahan zaman akan semakin mengancam dan menjadi tantangan....

Jika iman kita kuat tak kan pernah tergoyahkan godaan-godaan ghazwul fikr, diantaranya adalah budaya natal dan tahun baru.
Perayaan Keagamaan Adalah Perkara Aqidah Bukan Muamalah
Pemikiran ini harus dibangun dalam diri kaum muslimin,  bahwa perayaan keagamaan adalah masalah aqidah, bukan masalah muamalah (hubungan interaksi sosial), bukan pula budaya. Dalam masalah aqidah kita memiliki batasan-batasan yang jelas, yakni:
 لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. Al Kafirun (109): 6)
 
Tidak sedikit kaum muslimin yang keliru dalam menempatkan teks-teks agama. Mereka berdalih dengan ungkapan: Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Ungkapan ini benar jika ditempatkan dalam hubungan sosial, seperti pinjam meminjam, hutang piutang, kerja sama dalam kebaikan sosial, dan yang semisalnya. Dalam hal ini Islam sangat membuka diri dan luwes. Bahkan dalam hukum Islam, kaum kafir dzimmi mendapatkan perlindungan dari pemerintahan Islam dan masyarakatnya. Mereka sama sekali tidak boleh diganggu, kecuali jika mereka mengumumkan perang terhadap umat Islam.
Nah, mari kita lihat bagaimana Al Quran dan As Sunnah menyikapi perayaan hari besar keagamaan non muslim.
Kesetiaan Kaum Muslimin Hanya Kepada Allah, RasulNya, dan Kaum Muslimin
 
Dapat kita perhatikan bahwa ada sebagian kaum muslimin yang begitu enggan dengan undangan sesama muslim, ajakan saudaranya, dan acara sesama umat Islam, seperti majelis ta’lim dalam rangka menggali ilmu-ilmu agama. Tetapi anehnya, mereka bersemangat dengan ajakan dan undangan orang kafir kepada mereka. Sungguh aneh! Mereka pun merasa bangga dengan kebersamaannya dengan orang-orang kafir tersebut. Persis seperti yang Allah Ta’ala sindir dalam Al Quran.
Allah Ta’ala berfirman:
“(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi  wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. An Nisa (4):139)
Ayat lainya:        
“Sesungguhnya wali kalian hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang beriman yang menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan mereka orang-orang yang ruku’ (tunduk). (QS. Al Maidah (5): 55)
Ayat lainnya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (pemimpin-pemimpinmu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah (5) : 51)
Apakah makna wali ? Wali jamaknya adalah auliya’ yang berati penolong dan kekasih. Bisa juga bermakna teman dekat, yang mengurus urusan, yang mengusai (pemimpin).
Maka, jelaslah bahwa umat Islam tidak dibenarkan menjadikan orang kafir sebagai penolong, kekasih, teman dekat, dan pemimpin mereka. Sebab wali kita hanyalah kepada Allah, RasulNya, dan orang-orang beriman.
 
Adapun dalam hadits: 
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” 
(HR. Ahmad dan Abu Dawud.

So, Apa Hukumnya ? 
Berdasarkan dalil-dalil di atas maka hukumnya adalah haram bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ‘santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau dengan sengaja meliburkan kerja dan atau mewajibkan karyawan memakai atribut dan pernak pernik natal (karena bertepatan dengan hari natal). 



"Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dan keluarga serta kaum muslimin wal muslimat dari kekufuran"

Sahabatku seiman . . . waspadalah. . .



Jumat, 16 Desember 2011

"Muslim Fighter"

'Kondisi Apapun Tetaplah Melakukan Sholat'
Kepada para Lelaki...
Kepada para Muslim di penjuru bumi...
Kepada para Pebisnis laki-laki...
Kepada para Politikus laki-laki...
Kepada para Guru laki-laki...
Kepada para Suami...
Kepada para Petani laki-laki...
Kepada para Pelajar dan Mahasiswa laki-laki....
Termasuk saya pribadi... 
Karena saya juga laki-laki... :-)


Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...




..ANA YAKIN BISSA..

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...
 "MARI JADIKAN DIRI LELAKI SHOLIH YANG BERKUALITAS..."
MENJADI SOLUSI DALAM BIDANG POLITIK
SOLUSI DALAM BIDANG EKONOMI
SOLUSI DALAM BIDANG PENDIDIKAN
SOLUSI DALAM BIDANG-BIDANG LAINNYA...

'Muslimah Fighter'



"Siapa bilang jadi muslimah itu ketinggalan zaman... 
Siapa bilang jadi muslimah itu nggak berprestasi... 
Siapa bilang jadi muslimah itu aneh
Siapa bilang jadi muslimah nggak bisa beladiri...

so, jadilah mujahidah sholihah...

Akhwat Sejati, Anti Pacaran,  Anti Pornografi,  Anti Pornoaksi

Beratnya Menutup Aurat

SEBENARNYA...
aurat kita adalah seluruhnya kecuali telapak tangan dan wajah
sebenarnya punya uangnya...
sebenarnya tahu dimana membelinya...
sebenarnya punya busananya...
sebenarnya punya kerudungnya...
sebenarnya sudah memahami ilmunya...
sebenarnya sudah tahu cara memakainya...

tapi....

ternyata masih berat menutup aurat...

KATA MEREKA...
kata mereka sekarang kan musim hujan...
kata mereka g punya celana 'jeans' ah ketinggalan zaman...
kata mereka g punya celana 'pencil' ihh... ndesoo...
kata mereka sekarang kan zamannya modis...
kata mereka sekarang kan bukan di Arab Saudi....
kata mereka sekarang kan kalau menutup aurat nggak gaul...
kata mereka aduh... menutup aurat... gimana bisa dapat jodoh....

laki-laki juga harus menutup aurat !
astaghfirullahal'adziim. . .

Kamis, 15 Desember 2011

Berhasil Tidak Harus Nanti Ketika Tua






Mengapa menjadi hebat harus menunggu tua...

Padahal belum tentu kita sampai di usia tua...

Berhasil adalah sebuah pilihan...

Selasa, 06 Desember 2011

Mudaku, Prestasiku


Sebelum 24 Tahun


Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri tentang sebuah visi hidup, cita-cita dan impian masa depan Anda, untuk apakah kita hidup, dan apakah kesuksesan hidup itu..

Umur berapakah Anda sekarang ?
kapankah Anda akan berhasil ?

Haruskah aku memilih berhasil nanti ketika tua ?
Atau aku berhasil di usia muda ?

Karena hidup adalah perjuangan
Karena hidup adalah pilihan
Karena usia tua belum tentu menghampiri kita, maka selagi masih muda ayo tunjukkan prestasi kita....

bagi pelajar, jadilah berprestasi...
bagi mahasiswa, jadilah berguna...
bagi guru, jadilah teladan kebaikan...
bagi pebisnis, jadilah solusi ekonomi umat...
bagi pemimpin, tegakkan kebenaran, kearifan dan keadilan...
bagi anak-anak, yuuk taati orang tua...
bagi yang muda mudi lum nikah, yuuk nikah tanpa pacaran...
bagi bapak ibu, didiklah anak dengan benar dan santun...

Bukalah Potensi Diri Anda

Teladan prestasi hidup :
Imam Syafi’i yang telah menguasai berbagai macam ilmu agama saat usianya baru lima belas tahun dan ia pun telah menjadi mufti kota Mekah pada usia itu. Pada usia 7 tahun di Kuttab, yaitu lembaga pendidikan terendah yang ada pada masa itu, kemudian karena ingatannya sangat kuat ia selalu dapat menghafal setiap pelajarannya yang diberikan oleh gurunya.  Ia menghafalkan pula kitab Imam Malik “kitab Muwattha” pada usia 10 tahun, kemudian setelah ia berumur 15 tahun oleh seorang gurunya, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji ia diizinkan untuk mengajar dan memberi fatwa kepada khalayak ramai.

Sahabat Rasulullah SAW Usamah bin Zaid, ketika berumur 17 tahun dipercayakan sebagai komando pasukan dalam berperang menghadapi adidaya Romawi dan sukses memenangkan pertempuran. Pada usianya 15 tahun ia telah terjun dalam perang khandaq.

Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel. Sejak kecil obsesi tujuh abad itu telah bergemuruh di dalam dadanya. Ia tahu hanya seorang yang bertaqwa yang bisa mendapatkannya. Sebab kata Rasul yang bisa menaklukkan Konstantinopel adalah sebaik-baik pasukan dan pemimpinnya adalah sebaik-baik panglima. Akhirnya pada usia 23 tahun ia berhasil menaklukkan Konstantinopel pusat kerajaan romawi timur. Yang sekarang kita kenal dengan kota Istanbul di Turki.

Imam Syahid Hasan Al Banna, beliau lahir pada tahun 1906, di sebuah kota Mahmudiah Provinsi Buhairah di Mesir. Beliau dibesarkan dalam keluarga yang amat kuat berpegang pada Islam. Pada usia 16 tahun, ayahnya menghantarkannya ke Darul Ulum, sebuah pusat latihan perguruan di Kairo. Ketika sampai di sana beliau terkejut melihat kerusakan moral orang-orang Islam di kota Kairo. Pada tahun 1927, di usia 21 tahun Hassan Al Banna lulus dan meninggalkan Darul Ulum, Beliau adalah pelajar yang pintar dan mendapat tempat pertama dalam kelasnya. Kemudian setelah beberapa bulan beliau mengajar di Ismailiah, di sebuah sekolah menengah pemerintahan, di situ beliau dengan resmi mendirikan Harakah Islamiyah “Al-Ikhwanul Muslimin.”

Khalifah Harun Ar Rasyid yang diangkat ketika masih berumur 23 tahun. Daulah Abbasiyah mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid, seorang khalifah yang taat beragama, shalih, dermawan, hampir bisa disamakan dengan Khalifah Umar bin Abdul Azis dari Bani Umayyah. Jabatan khalifah tidak membuatnya terhalang untuk turun ke jalan-jalan pada malam hari, tujuannya untuk melihat keadaan rakyat yang sebenarnya. Ia ingin melihat apa yang terjadi dan menimpa kaum lemah dengan mata kepalanya sendiri untuk kemudian memberikan bantuan.

Mushab bin Umair, ketika usianya 24 tahun, beliau diutus oleh Rasul saw untuk menjadi duta Islam pertama untuk menyebarluaskan Islam ke Madinah, karena seseorang dari kaum Anshor datang kepada Nabi saw meminta untuk diutus salah seorang dari sahabat yang pandai membaca Al-Qur’an untuk mengajarkan kepada mereka tentang Al-Qur’an dan perkara agama

Khadijah binti Khuwailid, sejak muda telah menjadi pengusaha handal dan menjadi wanita shalihah tersukses pada masanya..

Aisyah binti Abu Bakar, sejak muda pula telah hafal 2.210 hadits dan menjadi faqihah dalam bidang agama..

Hafshoh binti Umar, Sejak muda mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta’at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat. Dialah satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan ‘aqidahnya yang utuh.

Fathimah Azzahra, seorang putri muda yang lihai mengurusi keluarga, sehingga mendapat julukan ibu dari ayahnya..

So, bagaimanakah dengan kita?

Ingatlah Anda mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, fokuslah pada kelebihanmu.... lalu kembangkan... dan beranilah bertindak... mulailah hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan untuk meraih cita-cita...


QT BISA JADI SHOLIH (SHOLIHAH), PANDAI, KREATIF, KEREN DAN MENJADI SOLUSI UMAT




(^_^)











With Istiqomah

 ISTIQOMAH

عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ : أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانُ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ . قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
[رواه مسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث   :
Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah.
(Riwayat Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.     Iman kepada Allah ta’ala harus mendahului ketaatan.
2.     Amal shalih dapat menjaga keimanan
3.     Iman dan amal saleh keduanya harus dilaksanakan.
4.     Istiqomah merupakan derajat yang tinggi.
5.     Keinginan yang kuat dari para shahabat dalam menjaga agamanya dan merawat   keimanannya.
6.     Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Alloh SWT semata hingga mati.

Hidup ini bagai mengarungi samudera luas, tetaplah bersama iman dan istiqomah