“Dan hendaklah takut (kepada Allah SWT ) orang-orang yang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.

Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar
(QS. An-Nisa’ : 9)

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang

(HR. Tirmidzi)

AJF

AJF
"DALAM KEBERSAMAAN KITA ADA KEMUDAHAN. . . DALAM KEMUDAHAN ADA KEBERHASILAN & DALAM KEBERHASILAN AKAN LAHIR KEBAHAGIAN" " M A R I JALIN UKHUWAH. . . INDAHKAN DUNIA DENGAN KEBAIKAN. . . " SATUKAN TEKAD RAIHLAH IMPIAN KITA. . . S E L A M A - L A M A N Y A "

Rabu, 29 Februari 2012

"Tips Pemimpin Terpercaya"

Tahukah Anda ? 

Sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang yang super otoriter, sombong, dholim, rakus, berlebihan mencintai dunia dan bergaya hidup hedonisme... telah binasa ditelan adzab atau siksa...



JIKA ANDA MAU DIPERCAYA 
OLEH ORANG BANYAK


Lakukankah Tujuh Kualitas Tanpa :
1.  BERVISI BESAR TANPA MENGABAIKAN PRAKTEK
2.  MEMPERTIMBANGKAN DENGAN CERMAT TANPA MENJADI TERLAMBAT
3.  BERENCANA TANPA MENJADI KAKU
4.  LUWES TANPA BINGUNG & PLIN PLAN
5.  TEGAS TANPA KASAR
6.  PENYAYANG TANPA MENJADI LEMAH
7.  PEKA TANPA MUDAH TERSINGGUNG
(mario teguh)

Hancurkan Kemalasanmu..!

JIKA MAU SUKSES... 
JIKA MAU CERAH DI MASA DEPAN....

"TINGGALKAN RASA MALASMU..."

TERUSLAH BERGERAK... TINGGALKAN MALASMU... KARENA MALAS ADALAH PENYAKIT JIWA....


Do'a agar dijauhkan dari sifat malas














Memperkenalkan Pesantren "Griya Qur'an"

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) 

" Griya Qur’an Indonesia"


Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Griya Qur’an adalah sebuah lembaga pendidikan berupa Pondok Pesantren yang didirikan oleh Yayasan “Lentera Qur’ani”. 
Yayasan ini (sering disingkat YLQ)  berdiri tahun 2009 di Klaten, Jawa Tengah, Indonesia, dengan akta pendirian notaris Abdul Rajak, S.H. Nomor XIX ; tanggal 23 Juli 2009. Kemudian disempurnakan dengan SK KEMENKUMHAM RI No. AHU – 4738.AH.01.04 Tahun 2011.

 
Yayasan Lentera Qur’ani didirikan oleh sekelompok anggota sebuah Majelis Ta’lim di Gentan – Surakarta, yang dipelopori oleh Ustadz Muhammad Badawi. Para pendiri mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari karyawan, PNS, guru, dll. Walaupun latar belakang yang berbeda, namun masing-masing mempunyai komitmen dakwah yang sama; yakni membina generasi yang cerdas dan berakhlak Islami. Maka, diselenggarakanlah pendidikan keagamaan dengan penguatan pada menghafal Al-Qur’an.
Arah kebijakan YLQ ialah menyelenggarakan pendidikan keagamaan bagi kaum dhuafa’ dan yatim/piatu. Oleh karena itulah, Yayasan Lentera Qur’ani menyelenggarakan pendidikan keagamaan dengan program utama menghafalkan Al-Qur’an terutama bagi kaum dhuafa dan yatim/piatu yang direalisasikan dengan pendirian PPTQ (Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an) “Griya Qur’an”.

PPTQ Griya Qur’an mempunyai tujuan untuk mencetak generasi Qur’ani (seorang yang hafal al-qur’an/hafizh dan berakhlak Islami) yang memiliki kemampuan intelektual dengan keunggulan prestasi dalam berbagai disiplin ilmu. Pondok ini merupakan lembaga penyantunan. Griya Qur’an berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki kaum dhuafa dan yatim/piatu yang terhalang permasalahan ekonomi dalam pendidikannya. Saat ini, PPTQ Griya Qur’an menyelenggarakan pendidikan umum bekerjasama dengan beberapa sekolah umum di sekitar pondok untuk mendukung pendidikan regulernya. Sedangkan waktu selebihnya, dioptimalkan untuk program Tahfizhul Qur’an dan Dirosah Islamiyah yang diselenggarakan di lingkungan pondok. Seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup para santri ditanggung oleh yayasan.



PPTQ Griya Qur’an, terdiri dari :

A.GRIYA QUR’AN l

PPTQ Griya Qur’an l terletak di RT : 04 / 01, Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring –Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Saat ini Griya Qur’an masih menempati sebuah rumah yang cukup luas dengan status hak pakai yang direnovasi menjadi beberapa kamar tidur untuk ustadz dan para santri serta dilengkapi dengan sebuah ruang tamu dan aula. Rumah yang saat ini dijadikan tempat belajar yang asri berada di perkampungan yang nyaman, areal luas, dekat masjid, aula cukup luas, ruang tidur yang nyaman, dilengkapi almari untuk pakaian dan barang-barang pribadi. Ke depan, PPTQ Griya Qur’an berupaya mewujudkan gedung sendiri di atas tanah waqaf yang telah diperoleh dan siap bangun seluas  ± 1.200 m2 yang terletak 50 m dari pondok saat ini. Adapun pembangunan pondok tersebut menunggu terkumpulnya dana dari para donatur dan muzaqqi.

B.GRIYA QUR’AN ll
PPTQ Griya Qur’an ll terletak di RT : 01 / 03, Desa Demangan, Kecamatan Sambi –Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Saat ini Griya Qur’an ll menempati sebuah rumah Jawa yang cukup luas dengan status hak wakaf yang ditata menjadi beberapa ruang untuk kamar tidur ustadz danSantri, ruang belajar, ruang tamu dan aula. Rumah yang asri ini berada di perkampungan yang nyaman dan sejuk. Ke depan, PPTQ Griya Qur’an berupaya mewujudkan gedung sendiri di atas tanah waqaf yang telah diperoleh dan siap bangun seluas  ± 1.400 m2.

C.GRIYA QUR’AN lll
PPTQ Griya Qur’an lll terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Saat ini Griya Qur’an lll menempati sebuah rumah yang cukup luas dengan status hak pakai yang ditata menjadi beberapa ruang untuk kamar tidur ustadz dan Santri, ruang belajar, ruang tamu dan aula. Rumah ini berada di tengah-tengah perkampungan warga yang nyaman dan sejuk.
Dengan didirikannya PPTQ Griya Qur’an l, ll dan lll tersebut, denyut kehidupan keagamaan masyarakat di sekitar pondok semakin meningkat, khususnya dalam pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Majelis Ta’lim. Para santri TPA dan masyarakat juga dapat menggunakan fasilitas gedung pondok untuk kegiatannya dengan bantuan ustadz dari PPTQ Griya Qur’an.

Subhanalloh, dan tahun 2014 ini telah mempunyai 6 cabang

informasi selengkapnya kunjungi di :

www.ponpesgriyaquran.com

jazaakumullah khairan katsiiraa

Selalu Bermasalah


 "OHH.. MASALAH.."

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan diucukupi segala kebutuhannya (QS Ath-Thalaq: 2-3)





Fitnah, musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian masalah yang akan selalu menghampiri kita. Kemana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, ia akan selalu turut serta. 
Masalahnya, bagaimana sikap kita terhadap masalah tersebut? 
Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita; bahagia atau nestapanya perasaan kita. 
Kenyataan pun memperlihatkan, ada yang hancur oleh masalah; namun tak sedikit yang melejit menjadi manusia terhormat, berkah dari masalah yang menimpa. 
Karena itu, kita harus memiliki pemahaman bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran, dan kemuliaan di sisi Allah.

Bukankah selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian hingga akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan? 
Kuncinya, bila ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih terus menerus. 
Setelah itu hadapi ujian dengan niat dan cara terbaik agar lulus dengan nilai terbaik. 
Nah, ketika dihadapkan pada sebuah masalah, sikap seperti apa yang harus kita ambil? 
Kuncinya adalah 5 "Jangan" yang akan membantu mengatasinya :


1. Jangan panik

Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk tenang dan tidak panik 
menghadapi situasi segawat apapun.
2. Jangan emosional

Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukan tidak boleh kita bertindak, yang tidak tidak boleh adalah bertindak secara emosional. 
3. Jangan tergesa-gesa

Tergesa-gesa itu berasal dari setan. Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat kita dihadapkan pada masalah yang rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (benar, akurat, dan lengkap). Setelah informasi terkumpul baru kita membuat keputusan dan segera bertindak. 

4. Jangan larut mendramatisasi

Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal boleh jadi setelah dijalani, masalah tersebut tidak segawat dan semencekam yang diperkirakan. 

5. Jangan putus asa

Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. 
Putus asa terlarang bagi seorang Muslim. Putus asa lahir dari lemahnya ilmu dan keyakinan pada Allah SWT. Ingatlah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Dalam QS Al-Insyirah ayat 5-6 diungkapkan bahwa satu kesulitan selalu diapit oleh dua kemudahan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan .
Saudaraku, sekali lagi, kita tidak mungkin lepas dari masalah. Maka, amalkan prinsip "LIMA JANGAN" saat masalah menimpa. Lalu terima dan hadapi masalah ersebut dengan lapang dada, setelah itu jalani sebagai sebuah proses pembelajaran, kemudian hayati ikmah di balik masalah itu, hingga akhirnya kita bisa menikmatinya sebagai karunia dari Allah SWT.  

Wallahu A'lam Bish showab
(akhjokofighter@gmail.com)

Senin, 27 Februari 2012

Gara-gara Facebook Suami Istri Bercerai


Jejaring sosial "Facebook" ternyata bisa menjadi penyebab perceraian. Di Bandung, "facebook" menjadi salah satu alasan pasangan suami-istri bercerai. Alasan lebih umum perceraian di ibu kota Jawa Barat itu adalah tidak ada kecocokan, masalah ekonomi dan poligami, kata pejabat pengadilan agama setempat.

"Facebook pun sekarang bisa menjadi penyebab perceraian, saya sendiri pernah menangani perkaranya," kata Juru Bicara Pengadilan Agama Bandung Acep Saifudin.

Ia mengimbau seluruh pasangan muda agar bijaksana menggunakan situs jejaring sosial Facebook.

"Biasanya diawali dengan mengirim pesan melalui komentar mesra kepada teman atau sebaliknya dan hal itu diketahui pasangannya," ujar Acep.

Pasangan suami istri yang bercerai gara-gara facebook, menurut Acep, membawa bukti berupa print out halaman facebook di persidangan.

"Print out halaman facebooknya menjadi sebagai bukti oleh pihak yang bersangkutan pada majelis hakim sehingga diketahui main mesra-mesraan," ujar Acep.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pasangan muda suami istri agar lebih bijaksana menggunakan teknologi jejaring sosial tersebut.

Di Bandung, jumlah pengajuan perkara cerai yang masuk ke Pengadilan Agama naik 11% dari 3.275 perkara pada 2009 menjadi 3.629 perkara di tahun 2010. Angka perceraian dari tahun 2009 hingga tahun 2011 juga terus meningkat.

"Ada kenaikan sekitar 354 perkara cerai. Khusus untuk cerai sendiri naik 10 persen dari total keseluruhan," ujar Juru Bicara Pengadilan Agama Bandung itu.

Jadi.. bijaksanalah dalam menggunakan facebook,,
sebab facebook bisa sebabkan perceraian..

[www.bersamadakwah.com]

Jumat, 24 Februari 2012

Karena Hidup Ini Perjuangan

"AKHJOKO FIGHTER"


Aku buka mata
Aku tatap dunia....
Aku buka telinga 
Aku dengar suara dunia....

in puncak jabal

Aku bergerak
Aku berubah
Aku hadapi
Aku susuri dunia ini....

Karena diriku terserah aku
Karena jadinya aku terserah padaku
Karena masa depanku ditentukan usaha dan do'aku...
Karena hidupku Perjuanganku


Yaa Robb, bimbinglah langkahku
Yaa Robb, bimbinglah keluargaku
Yaa Robb, jadikanlah kami solusi
Yaa Robb, jadikanlah kami mentari

..Istiqomahkanlah kami..

Minggu, 19 Februari 2012

Apa itu Ilaahi ?


MAKNA KATA ILAAHI


Berasal dari kata :

ALIHA, ya’lahu, ilaahan
Memiliki beberapa ma’na, diantaranya adalah :
  • merasa tenang padanya   
  • melindungkan diri padanya. 
  • selalu rindu padanya 
  • sangat mencintainya (kesengsem)

Mengabdi (‘abadahu) 
Ketika seseorang mengucapkan “Laa ilaaha illalloh”, didalamnya terkandung ikrar dan keyakinan  :
  • tidak ada yang membuat saya tenang dan tentram selain Alloh
  • tidak ada yang menjadi tempat berlindung selain dari Alloh, 
  • tidak ada yang lebih saya cintai selain Alloh  
  • dan oleh karena itu saya tidak mengabdi selain Alloh.


Dan Al-Qur’an telah mengarahkan manusia Muslim untuk memiliki sifat, sikap dan pendirian seperti itu :
Seorang Mu’min mendapat ketentraman dengan mengingat Alloh, dan hanya Allohlah yang mampu memberikan ketenangan.
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka merasa tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah hanya dengan mengingat Allohlah hati akan menjadi tenteram”. (QS.13:28).
“Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allohlah tentara langit dan bumi dan adalah Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS.64:1).

Seorang Muslim tidak boleh berlindung kepada selain Alloh.
Berlindung kepada selain Alloh sama sekali tidak mendatangkan manfaat, karena sesungguhnya tidak ada daya dan upaya selain dari Alloh SWT.
“Dan sungguh ada kaum laki-laki dari manusia yang minta perlindungan kepada kaum laki-laki dari jin. Maka mereka (manusia) itu hanya menambah mereka (jin-jin) semakin congkak”. (72:6).

 Orang beriman akan menjadikan Alloh sebagai yang paling dicintai melebihi yang lainnya.
“Dan diantara orang-orang ada yang menyembah sekutu-sekutu selain Alloh, yang mereka cintai sebagaimana mereka mencintai Alloh. Sedang orang-orang beriman sangat cinta kepada Alloh” (2:165).

 Orang beriman mempersembahkan kehidupan dan pengabdiannya hanya kepada Alloh.
“Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan” (1:5)
Aliha artinya ‘abadahu (menyembah/mengabdi) :
sempurna mencintai,
sempurna dalam menghinakan diri,
sempurna dalam menundukkan diri.


AL-ILAAHU
Memiliki beberapa makna sebagai berikut :
  •  yang diharapkan. 
  •  yang ditakuti 
  • yang diikuti. 
  •  yang dicintai 
  • yang diibadahi/yang disembah (al ma’bud)

Bila seseorang ber-ilaah kepada Alloh berarti yang diharapkan, yang ditakuti, yang diikuti dan yang dicintai hanyalah Alloh :
.  Seseorang yang menyatakan laa ilaaha illalloh berarti hanya Alloh-lah yang menjadi harapannya (3:8-9).
.  Seseorang yang berpegang pada Laa ilaaha illalloh tidak akan takut kecuali pada Alloh (9:18). 
     Takut godaan syetan, takut kepada binatang buas, kepada api dan lain sebagainya yang membahayakan keselamatannya adalah ketakutan yang naluriah, tetapi bila takut itu sudah menguasai diri seseorang sehingga mengarahkan dan mengendalikan dan menguasainya mengalahkan rasa takutnya pada Alloh berarti bertentangan dengan Laa ilaha illalloh.
.   Seseorang yang berikrar Laa ilaha illalloh dituntut untuk taat dan mengikuti kehendak-kehendak atau aturan  Alloh.(4:60, 33:36) Walaupun kehendak-kehendak Alloh itu tidak kita sukai.
.  Bila kita ber-ilah kepada Alloh berarti kita menyerahkan kecintaan yang paling utama hanya untuk Alloh.(9:24). ”Tidak ada kesenangan dan kenikmatanyang sempurna bagi hati kecuali dalam kecintaan kepada Alloh dan bertaqorub (mendekatkan diri) kepada-Nya dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya. Kecintaan tak akan terjadi kecuali dengan berpaling dari kecintaan kepada selain-Nya. Inilah hakikat laa ilaaha illalloh. Inilah millah Ibrahim AS dan semua Nabi dan Rasul.” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).
.   Al-ilah artinya al ma’bud :
  • yang wajib diberikan kepadanya loyalitas,
  • yang wajib diberikan padanya ketaatan,
  • yang wajib diberikan padanya otoritas.

Definisi “ilaah” menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : sesuatu yang mendominasi hati dengan rasa cinta, takut, harap dan semisalnya.

Definisi “ilaah” : sesuatu yang dianggap penting/dipentingkan oleh manusia sedemikian rupa sehingga ia membiarkan dirinya dikuasai/didominasi oleh sesuatu tersebut.

Masih banyak penyimpangan sesuatu yang dijadikan “ilaah” selain Alloh oleh para manusia :
*     Hawa nafsu (QS.45:23).
*     Berhala (QS.16:20).
*     Jin, Malaikat (QS.72:6).
*     Manusia : Nabi, Ulama’, Rahib-rahib, dll (QS.9:31).
*     Thoghut (QS.4:60-61, QS.2:257).


Adakah “ilah” dihati kita selain Alloh ? 
bila ada musnahkanlah !!!    Tetapkanlah Ilah kita hanya Alloh semata. !!!