“Dan hendaklah takut (kepada Allah SWT ) orang-orang yang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.
Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (QS. An-Nisa’ : 9)
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang
Sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang yang super otoriter, sombong, dholim, rakus, berlebihan mencintai dunia dan bergaya hidup hedonisme... telah binasa ditelan adzab atau siksa...
JIKA ANDA MAU DIPERCAYA
OLEH ORANG BANYAK
Lakukankah Tujuh Kualitas Tanpa :
1.BERVISI BESAR TANPA MENGABAIKAN PRAKTEK
2.MEMPERTIMBANGKAN DENGAN CERMAT TANPA
MENJADI TERLAMBAT
Pondok
Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Griya Qur’an adalah sebuah lembaga
pendidikan berupa Pondok Pesantren yang didirikan oleh Yayasan “Lentera Qur’ani”. Yayasan ini (sering disingkat YLQ) berdiri tahun 2009 di Klaten, Jawa
Tengah, Indonesia, dengan akta pendirian notaris Abdul Rajak, S.H.
Nomor XIX ; tanggal 23 Juli 2009. Kemudian disempurnakan dengan SK
KEMENKUMHAM RI No. AHU – 4738.AH.01.04 Tahun 2011.
Yayasan
Lentera Qur’ani didirikan oleh sekelompok anggota sebuah Majelis Ta’lim
di Gentan – Surakarta, yang dipelopori oleh Ustadz Muhammad Badawi.
Para pendiri mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari
karyawan, PNS, guru, dll. Walaupun latar belakang yang berbeda, namun
masing-masing mempunyai komitmen dakwah yang sama; yakni membina
generasi yang cerdas dan berakhlak Islami. Maka, diselenggarakanlah
pendidikan keagamaan dengan penguatan pada menghafal Al-Qur’an.
Arah
kebijakan YLQ ialah menyelenggarakan pendidikan keagamaan bagi kaum
dhuafa’ dan yatim/piatu. Oleh karena itulah, Yayasan Lentera Qur’ani
menyelenggarakan pendidikan keagamaan dengan program utama menghafalkan
Al-Qur’an terutama bagi kaum dhuafa dan yatim/piatu yang direalisasikan
dengan pendirian PPTQ (Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an) “Griya Qur’an”.
PPTQ Griya Qur’an mempunyai tujuan untuk mencetak generasi Qur’ani (seorang yang hafal al-qur’an/hafizh dan
berakhlak Islami) yang memiliki kemampuan intelektual dengan keunggulan
prestasi dalam berbagai disiplin ilmu. Pondok ini merupakan lembaga
penyantunan. Griya Qur’an berupaya mengembangkan potensi yang
dimiliki kaum dhuafa dan yatim/piatu yang terhalang permasalahan
ekonomi dalam pendidikannya. Saat ini, PPTQ Griya Qur’an
menyelenggarakan pendidikan umum bekerjasama dengan beberapa sekolah
umum di sekitar pondok untuk mendukung pendidikan regulernya. Sedangkan
waktu selebihnya, dioptimalkan untuk program Tahfizhul Qur’an dan Dirosah Islamiyah yang diselenggarakan di lingkungan pondok. Seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup para santri ditanggung oleh yayasan.
PPTQ Griya Qur’an, terdiri dari :
A.GRIYA QUR’AN l
PPTQ
Griya Qur’an l terletak di RT : 04 / 01, Desa Juwiran, Kecamatan
Juwiring –Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Saat ini Griya Qur’an
masih menempati sebuah rumah yang cukup luas dengan status hak pakai
yang direnovasi menjadi beberapa kamar tidur untuk ustadz dan para
santri serta dilengkapi dengan sebuah ruang tamu dan aula. Rumah yang
saat ini dijadikan tempat belajar yang asri berada di perkampungan yang
nyaman, areal luas, dekat masjid, aula cukup luas, ruang tidur yang
nyaman, dilengkapi almari untuk pakaian dan barang-barang pribadi. Ke
depan, PPTQ Griya Qur’an berupaya mewujudkan gedung sendiri di atas
tanah waqaf yang telah diperoleh dan siap bangun seluas ± 1.200 m2
yang terletak 50 m dari pondok saat ini. Adapun pembangunan pondok
tersebut menunggu terkumpulnya dana dari para donatur dan muzaqqi.
B.GRIYA QUR’AN ll
PPTQ
Griya Qur’an ll terletak di RT : 01 / 03, Desa Demangan, Kecamatan
Sambi –Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Saat ini Griya Qur’an
ll menempati sebuah rumah Jawa yang cukup luas dengan status hak wakaf
yang ditata menjadi beberapa ruang untuk kamar tidur ustadz danSantri,
ruang belajar, ruang tamu dan aula. Rumah yang asri ini berada di
perkampungan yang nyaman dan sejuk. Ke depan, PPTQ Griya Qur’an
berupaya mewujudkan gedung sendiri di atas tanah waqaf yang telah
diperoleh dan siap bangun seluas ± 1.400 m2.
C.GRIYA QUR’AN lll
PPTQ
Griya Qur’an lll terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten
Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Saat ini Griya Qur’an lll menempati
sebuah rumah yang cukup luas dengan status hak pakai yang ditata
menjadi beberapa ruang untuk kamar tidur ustadz dan Santri, ruang
belajar, ruang tamu dan aula. Rumah ini berada di tengah-tengah
perkampungan warga yang nyaman dan sejuk.
Dengan
didirikannya PPTQ Griya Qur’an l, ll dan lll tersebut, denyut kehidupan
keagamaan masyarakat di sekitar pondok semakin meningkat, khususnya
dalam pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Majelis Ta’lim. Para
santri TPA dan masyarakat juga dapat menggunakan fasilitas gedung
pondok untuk kegiatannya dengan bantuan ustadz dari PPTQ Griya Qur’an.
Subhanalloh, dan tahun 2014 ini telah mempunyai 6 cabang
Barangsiapa
bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya
dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang
bertawakal kepada Allah, niscaya akan diucukupi segala kebutuhannya (QS
Ath-Thalaq: 2-3)
Fitnah,
musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian masalah yang
akan selalu menghampiri kita. Kemana pun kita pergi dan di mana pun kita
berada, ia akan selalu turut serta.
Masalahnya, bagaimana sikap kita terhadap
masalah tersebut?
Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita;
bahagia atau nestapanya perasaan kita.
Kenyataan pun memperlihatkan, ada yang
hancur oleh masalah; namun tak sedikit yang melejit menjadi manusia terhormat,
berkah dari masalah yang menimpa.
Karena itu, kita harus memiliki pemahaman
bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah
sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran, dan kemuliaan
di sisi Allah.
Bukankah
selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian
hingga akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan?
Kuncinya,
bila ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri dengan belajar
dan berlatih terus menerus.
Setelah itu hadapi ujian dengan niat dan cara
terbaik agar lulus dengan nilai terbaik.
Nah, ketika dihadapkan pada sebuah
masalah, sikap seperti apa yang harus kita ambil?
Kuncinya adalah 5
"Jangan" yang akan membantu mengatasinya :
1. Jangan panik
Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah
jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan
masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk tenang dan tidak panik menghadapi
situasi segawat apapun.
2. Jangan emosional
Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan
pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang
tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukan tidak
boleh kita bertindak, yang tidak tidak boleh adalah bertindak secara emosional.
3. Jangan tergesa-gesa
Tergesa-gesa itu berasal dari setan. Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai
penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu
aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat kita dihadapkan pada masalah yang
rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (benar,
akurat, dan lengkap). Setelah informasi terkumpul baru kita membuat keputusan
dan segera bertindak.
4. Jangan larut mendramatisasi
Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita
sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal
boleh jadi setelah dijalani, masalah tersebut tidak segawat dan semencekam yang
diperkirakan.
5. Jangan putus asa
Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa
menghadapinya.
Putus asa terlarang bagi seorang Muslim. Putus asa lahir dari
lemahnya ilmu dan keyakinan pada Allah SWT. Ingatlah, bersama kesulitan pasti
ada kemudahan. Dalam QS Al-Insyirah ayat 5-6 diungkapkan bahwa satu kesulitan
selalu diapit oleh dua kemudahan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan . Saudaraku, sekali lagi, kita tidak mungkin lepas
dari masalah. Maka, amalkan prinsip "LIMA JANGAN" saat masalah
menimpa. Lalu terima dan hadapi masalah ersebut dengan lapang dada, setelah itu
jalani sebagai sebuah proses pembelajaran, kemudian hayati ikmah di balik
masalah itu, hingga akhirnya kita bisa menikmatinya sebagai karunia dari Allah
SWT.
Jejaring sosial "Facebook" ternyata bisa menjadi penyebab perceraian.
Di Bandung, "facebook" menjadi salah satu alasan pasangan suami-istri
bercerai. Alasan lebih umum perceraian di ibu kota Jawa Barat itu
adalah tidak ada kecocokan, masalah ekonomi dan poligami, kata pejabat
pengadilan agama setempat.
"Facebook pun sekarang bisa menjadi
penyebab perceraian, saya sendiri pernah menangani perkaranya," kata
Juru Bicara Pengadilan Agama Bandung Acep Saifudin.
Ia mengimbau seluruh pasangan muda agar bijaksana menggunakan situs jejaring sosial Facebook.
"Biasanya
diawali dengan mengirim pesan melalui komentar mesra kepada teman atau
sebaliknya dan hal itu diketahui pasangannya," ujar Acep.
Pasangan
suami istri yang bercerai gara-gara facebook, menurut Acep, membawa
bukti berupa print out halaman facebook di persidangan.
"Print
out halaman facebooknya menjadi sebagai bukti oleh pihak yang
bersangkutan pada majelis hakim sehingga diketahui main mesra-mesraan,"
ujar Acep.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pasangan
muda suami istri agar lebih bijaksana menggunakan teknologi jejaring
sosial tersebut.
Di Bandung, jumlah pengajuan perkara cerai yang
masuk ke Pengadilan Agama naik 11% dari 3.275 perkara pada 2009 menjadi
3.629 perkara di tahun 2010. Angka perceraian dari tahun 2009 hingga
tahun 2011 juga terus meningkat.
"Ada kenaikan sekitar 354
perkara cerai. Khusus untuk cerai sendiri naik 10 persen dari total
keseluruhan," ujar Juru Bicara Pengadilan Agama Bandung itu.
Ketika seseorang mengucapkan “Laa ilaaha illalloh”, didalamnya
terkandung ikrar dan keyakinan :
tidak ada yang membuat saya
tenang dan tentram selain Alloh
tidak ada yang menjadi
tempat berlindung selain dari Alloh,
tidak ada yang lebih saya
cintai selain Alloh
dan oleh karena itu saya tidak mengabdi selain Alloh.
Dan Al-Qur’an telah mengarahkan
manusia Muslim untuk memiliki sifat, sikap dan pendirian seperti itu :
Seorang Mu’min mendapat ketentraman dengan mengingat Alloh, dan hanya
Allohlah yang mampu memberikan ketenangan.
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka merasa
tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah hanya dengan mengingat Allohlah hati
akan menjadi tenteram”. (QS.13:28).
“Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati
orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka
(yang telah ada). Dan kepunyaan Allohlah tentara langit dan bumi dan adalah
Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS.64:1).
Seorang Muslim tidak boleh berlindung kepada selain Alloh.
Berlindung
kepada selain Alloh sama sekali tidak mendatangkan manfaat, karena sesungguhnya
tidak ada daya dan upaya selain dari Alloh SWT.
“Dan sungguh
ada kaum laki-laki dari manusia yang minta perlindungan kepada kaum laki-laki
dari jin. Maka mereka (manusia) itu hanya menambah mereka (jin-jin) semakin
congkak”. (72:6).
Orang beriman akan menjadikan Alloh sebagai yang paling dicintai
melebihi yang lainnya.
“Dan diantara orang-orang ada yang menyembah
sekutu-sekutu selain Alloh, yang mereka cintai sebagaimana mereka mencintai
Alloh. Sedang orang-orang beriman sangat cinta kepada Alloh” (2:165).
Orang beriman mempersembahkan kehidupan dan pengabdiannya hanya kepada
Alloh.
“Hanya kepada
Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan” (1:5)
Aliha artinya ‘abadahu
(menyembah/mengabdi) :
sempurna mencintai,
sempurna dalam menghinakan diri,
sempurna dalam menundukkan diri.
AL-ILAAHU
Memiliki beberapa makna sebagai
berikut :
yang diharapkan.
yang ditakuti
yang diikuti.
yang dicintai
yang diibadahi/yang disembah (al ma’bud)
Bila seseorang ber-ilaah kepada
Alloh berarti yang diharapkan, yang ditakuti, yang diikuti dan yang dicintai
hanyalah Alloh :
.Seseorang yang menyatakan
laa ilaaha illalloh berarti hanya Alloh-lah yang menjadi harapannya (3:8-9).
.Seseorang yang berpegang
pada Laa ilaaha illalloh tidak akan takut kecuali pada Alloh (9:18).
Takut
godaan syetan, takut kepada binatang buas, kepada api dan lain sebagainya yang
membahayakan keselamatannya adalah ketakutan yang naluriah, tetapi bila takut
itu sudah menguasai diri seseorang sehingga mengarahkan dan mengendalikan dan
menguasainya mengalahkan rasa takutnya pada Alloh berarti bertentangan dengan
Laa ilaha illalloh.
.Seseorang yang berikrar Laa
ilaha illalloh dituntut untuk taat dan mengikuti kehendak-kehendak atau
aturan Alloh.(4:60, 33:36) Walaupun
kehendak-kehendak Alloh itu tidak kita sukai.
.Bila kita ber-ilah kepada
Alloh berarti kita menyerahkan kecintaan yang paling utama hanya untuk
Alloh.(9:24). ”Tidak ada kesenangan dan kenikmatanyang sempurna bagi hati
kecuali dalam kecintaan kepada Alloh dan bertaqorub (mendekatkan diri)
kepada-Nya dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya. Kecintaan tak akan
terjadi kecuali dengan berpaling dari kecintaan kepada selain-Nya. Inilah hakikat
laa ilaaha illalloh. Inilah millah Ibrahim AS dan semua Nabi dan Rasul.”
(Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).
.Al-ilah artinya al ma’bud :
yang wajib diberikan kepadanya loyalitas,
yang wajib diberikan padanya ketaatan,
yang wajib diberikan padanya otoritas.
Definisi “ilaah” menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah :
sesuatu yang mendominasi hati dengan rasa cinta, takut, harap dan semisalnya.
Definisi “ilaah” : sesuatu yang
dianggap penting/dipentingkan oleh manusia sedemikian rupa sehingga ia
membiarkan dirinya dikuasai/didominasi oleh sesuatu tersebut.
Masih banyak penyimpangan
sesuatu yang dijadikan “ilaah” selain Alloh oleh para manusia :