“Dan hendaklah takut (kepada Allah SWT ) orang-orang yang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.

Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar
(QS. An-Nisa’ : 9)

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang

(HR. Tirmidzi)

AJF

AJF
"DALAM KEBERSAMAAN KITA ADA KEMUDAHAN. . . DALAM KEMUDAHAN ADA KEBERHASILAN & DALAM KEBERHASILAN AKAN LAHIR KEBAHAGIAN" " M A R I JALIN UKHUWAH. . . INDAHKAN DUNIA DENGAN KEBAIKAN. . . " SATUKAN TEKAD RAIHLAH IMPIAN KITA. . . S E L A M A - L A M A N Y A "

Jumat, 28 Oktober 2011

Adikku Sayang...





UNGKAPAN HATIKU... UNTUK ADIK-ADIKKU... DAN KELUARGAKU...

Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memegang kedua pundakku dan bersabda: "Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang lewat." Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Jika engkau memasuki waktu sore, maka janganlah menunggu pagi; dan jika engkau memasuki waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore; ambillah kesempatan dari masa sehatmu untuk masa sakitmu dan dari masa hidupmu untuk matimu." (HR Bukhari)

Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku pernah di belakang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada suatu hari dan beliau bersabda: "Wahai anak muda, peliharalah (ajaran) Allah, niscaya Dia akan memelihara engkau dan peliharalah (ajaran) Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah." (HR Tirmidzi). Ia berkata: Hadits ini shahih.

Sahal Ibnu Sa'ad Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada seseorang menghadap Nabi saw. dan berkata: Tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang bila aku melakukannya, aku disukai Allah dan manusia. Beliau bersabda: "Zuhudlah dari dunia, Allah akan mencintaimu dan Zuhudlah dari apa yang dimiliki orang, mereka akan mencintaimu." (HR Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah sifat hasad, karena hasad itu memakan (pahala) kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." Riwayat Abu Dawud.

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah swt). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan (muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikitpun tanda kesusahan) . Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yunus ayat 26)

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah:
1.    Beriman kepada Allah,
2.    Beriman kepada hari kemudian (akhirat),
3.    Beriman kepada malaikat-malaikat,
4.    Beriman kepada kitab-kitab,
5.    Beriman kepada nabi-nabi,
6.    Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
7.    Mendirikan shalat,
8.    Menunaikan zakat,
9.    Orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan
10.    Orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Baqarah ayat 177)

  Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya (kekuasaan-Nya), salah seorang di antara kamu tidak beriman sehingga saya lebih dicintai olehnya daripada orang tua dan anaknya." (HR. Bukhari)

Ammar berkata, "Ada tiga perkara yang barangsiapa yang dapat mengumpulkan ketiga hal itu dalam dirinya, maka ia telah dapat mengumpulkan keimanan secara sempurna. Yaitu:
1.    Memperlakukan orang lain sebagaimana engkau suka dirimu diperlakukan oleh orang lain,
2.    Memberi salam terhadap setiap orang (yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal), dan
3.    Mengeluarkan infak di jalan Allah, meskipun hanya sedikit."
(HR. Bukhari)

 Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. (QS. An Nisaa’ ayat 125)

 Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari 3 hal, yaitu:
1.    Dipercepat terkabulnya baginya di dunia,
2.    Disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau
3.    Diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.
(HR. Ath-Thabrani)

 Sesungguhnya jika Allah Ta'ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka dia dikaryakan-Nya. Para sahabat lalu bertanya tentang sabda Nabi Saw tersebut, "Bagaimana dikaryakan-Nya itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Diberinya taufiq untuk beramal sholeh sebelum wafatnya." (Mashabih Assunnah)

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?" Nabi Saw menjawab, "Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya." Dia bertanya lagi, "Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?" Nabi Saw menjawab, "Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya." (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na'im)
Semoga Allah memanjangkan usia dan memberikan taufiq untuk beramal baik. www.rumah-wakaf.org

Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani dan Muslim).
Ikhlas adalah buah dari ilmu dan amal. Gerakan Wakaf Tunai www.rumah-wakaf.org

  Allah Azza wajalla mewajibkan 7 hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu:
1)    Melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya;
2)    Mencintainya di dalam hatinya;
3)    Menyantuninya dengan hartanya;
4)    Tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya;
5)    Menjenguknya bila sakit;
6)    Melayat jenazahnya;
7)    Tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat.
www.rumah-wakaf.org

  Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)

2 hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar.
1.    Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya.
2.    Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.
(HR. Tirmidzi)
Penjelasan:
1.    Perilaku Sabar dalam urusan agama adalah istiqomah/konsisten dalam menjalankan kebaikan menuntut ilmu dan beribadah. Perilaku sabar ini diperlukan agar kita bisa istiqamah beramal baik sampai akhir kehidupan/meninggal dunia.
2.    Syukur terhadap karunia yang Allah berikan kepada kita tanpa membandingkan dengan yang lain, karena karunia yang Allah berikan bukan hanya sekedar harta, tetapi setiap hembusan napas, nikmat mata kita sehingga bisa melihat dan kenikmatan lain yang begitu banyak.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah." (HR. Muttafaq Alaihi)

 Hikmah Sore:
Dari Anas r.a. berkata: Seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw, "Bilakah hari kiamat?" Rasulullah saw menjawab, "Apakah bekalmu untuk menghadapinya?" Ia menjawabnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka Rasulullah saw bersabda, "Engkau akan berkumpul dengan orang yang engkau cintai." (Bukhari - Muslim)

"Istiqomahkanlah kami di jalanMu Yaa Alloh... hingga akhir usia kami..."

Tidak ada komentar: